RSS

Puasa Mutih Menurut Islam

Di bawah ini ada rangkuman puasa2 sunnah yang ada tuntunannya dari Rasulullah
shalallahu 'alayhi wassalam.
Puasa mutih tidak termasuk di dalamnya.
Jadi sebaiknya jangan dilakukan apalagi ditambah2 dengan kepercayaan akan
menambah keharmonisan keluarga, kepintaran, kebahagiaan, dll.
Masalah keharmonisan rumah tangga sebaiknya dikembalikan pada Al Qur'an dan As
Sunnah bukan ke ibadah yang gak jelas juntrungannya dan menjurus ke syirik.

Kita memang wajib menuruti kata orang tua tetapi hanya dalam hal2 yang ma'ruf,
kalau mengarah pada hal2 yang munkar ya jangan.
Karena ketaatan kita yang paling utama hanyalah kepada Allah subhana wata'alaa.
Mudah2an bermanfaat.

Puasa Sunnah dan Keutamaannya

Rasulullah ShallallaHu `alaiHi wa sallam menganjurkan untuk berpuasa 

pada hari-hari berikut ini :

1. Puasa enam hari di Bulan Syawwal

Dari Ayyub al Anshari radhiyallaHu `anHu, Rasulullah 

ShallallaHu `alayHi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam 

hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun" (HR. Muslim 

II/82, Abu Dawud no. 2416, at Tirmidzi no. 756 dan Ibnu Majah no. 

1716)

2. Puasa Hari `Arafah dan Hari `Asyura (hari kesepuluh bulan 

Muharram atau hari kesembilannya)

Dari Abu Qatadah radhiyallaHu `anHu, dia berkata,

"Rasulullah pernah ditanya tentang puasa hari `Arafah, beliau 

menjawab, `Ia menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan 

datang'. Beliau juga ditanya tentang puasa hari `Asyura, beliau 

menjawab, `Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu'" (HR. al Bukhari no. 

1988, Muslim no. 1123 dan Abu Dawud no. 2424)

Dari Abu Ghathfan bin Tharif al Muri, ia berkata,

"Aku mendengar Ibnu Abbas berkata, `Ketika Rasulullah 

berpuasa `Asyura dan beliau menganjurkan para sahabat untuk berpuasa, 

mereka berkata, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya ini adalah hari yang 

diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani'. Kemudian beliau 

berkata, `Kalau begitu, pada tahun depan yang akan datang kita akan 

berpuasa pada hari kesembilan (tasu'a) insya Allah'. Ibnu Abbas 

berkata, `Akan tetapi belum sampai tahun depan, Rasulullah telan 

meninggal dunia'" (HR. Muslim no. 1134 dan Abu Dawud no. 2428)

3. Puasa di Bulan Muharram

Dari Abu Hurairah radhiyallaHu `anHu, Rasulullah ShallallaHu `alayHi 

wa sallam bersabda,

"Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan 

Allah, bulan Muharram dan sebaik-baiknya shalat setelah shalat fardhu 

adalah shalat malam" (HR. Muslim no. 1163, Abu Dawud no. 2412, an 

Nasai III/206 dan at Tirmidzi)

4. Puasa di Bulan Sya'ban

Dari Aisyah radhiyallaHu `anHa, dia berkata,

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa sebulan 

penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau 

berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada bulan Sya'ban" (HR. 

al Bukhari no. 1969, Muslim no. 1156 dan Abu Dawud no. 2417)

5. Puasa Senin dan Kamis

Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid radhiyallaHu `anHu, dia berkata, 

"Sesungguhnya Rasulullah selalu berpuasa pada Hari Senin dan Kamis, 

manakala beliau ditanya tentang hal tersebut, beliau 

menjawab, `Sesungguhnya amal-amal hamba dihadapkan pada hari Senin 

dan Kamis'" (HR. Abu Dawud no. 2419, dishahihkan oleh Syaikh al 

Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2127)

6. Puasa tiga hari dari setiap bulan Hijriyyah

Dari `Abdullah bin `Amr radhiyallaHu `anHu, Rasulullah 

ShallallaHu `alayHi wa sallam bersabda,

"Puasalah tiga hari dari tiap bulan. Sesungguhnya amal kebaikkan itu 

ganjarannya sepuluh kali lipat, sehingga ia seperti puasa sepanjang 

masa" (HR. al Bukhari no. 1976, Muslim no. 1159, Abu Dawud no. 2410 

dan an Nasai IV/211)

Dan disunnahkan untuk menjadikan tiga hari tersebut hari ketiga 

belas, empat belas dan lima belas. Berdasarkan riwayat Abu Dzar 

radhiyallaHu `anHu, Rasulullah ShallallaHu `alayHi wa sallam bersabda,

"Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari suatu 

bulan, maka puasalah pada hari ketiga belas, empat belas dan lima 

belas" (HR. at Tirmidzi no. 758 dan an Nasai IV/222, dishahihkan oleh 

Syaikh al Albani dalam Shahih al Jaami' ash Shaghiir no. 7871)

7. Puasa Nabi Dawud `alayHis sallam

Dari `Abdullah bin `Amr radhiyallaHu `anHu, Rasulullah 

ShallallaHu `alayHi wa sallam bersabda,

"Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Dawud, beliau 

berpuasa sehari dan berbuka sehari" (HR. al Bukhari no. 1131, Muslim 

no. 1159, an Nasai III/214, Abu Dawud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 

1712)

8. Puasa pada hari kesembilan Bulan Dzul Hijjah

Diriwayatkan dari Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari sebagian 

istri Nabi ShallallaHu `alayHi wa sallam, dia berkata,

"Rasulullah berpuasa pada hari kesembilan Dzul Hijjah, Hari `Asyura, 

tiga hari dari setiap bulan, Hari Senin pertama dari suatu bulan dan 

Hari Kamis" (HR. Abu Dawud no. 2420 dan an Nasai IV/220, dishahihkan 

oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 2129)

Maraji':

Panduan Fiqih Lengkap Jilid 2, Syaikh `Abdul `Azhim bin Badawi al 

Khalafi, Psutaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Syawwal 1426 

H./November 2005 M., halaman 74-77.----- Original Message ----
From: sigit pamungkas <[EMAIL PROTECTED]>
To: daarut-tauhiid@yahoogroups.com
Sent: Sunday, February 10, 2008 7:43:04 PM
Subject: [daarut-tauhiid] Hukum puasa mutih?
 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: